Benarkah dalam daftar pustaka, setelah DOI atau URL lainnya tidak boleh diakhiri dengan tanda titik?

Jawabnya, tergantung pada format mana yang kita pakai.

Sebagai contoh, akan kita paparkan 5 format/style yang banyak digunakan, di antaranya:

  • APA - tidak diakhiri dengan titik [1]
  • MLA - diakhiri dengan titik [2]
  • ASA - diakhiri dengan titik [3][4]
  • IEEE - diakhiri dengan titik [5]
  • Chicago Reference Style - diakhiri dengan titik [6]

CONTOH

Sebagai contoh, berikut saya tampilkan hasil output Mendeley. Dengan menggunakan Mendeley, Anda tidak perlu berpikir lagi, apakah setelah DOI/URL artikel, ada titik atau tidak. Perlu tidaknya tanda titik, akan terkonfirmasi secara otomatis.

Format/Style Contoh Penulisan Daftar Pustaka Keterangan
APA (American Psychological Association) Style Nole, O. A., Ranimpi, Y. Y., & Fjaagesund, S. (2025). Emotional health and spiritual well-being in trauma survivors of natural disasters in Palu, Central Sulawesi, Indonesia: The role of community resilience. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, 10(2), 215–244. https://doi.org/10.21580/pjpp.v10i2.25100

Contoh artikel yang tidak ber-DOI, atau ber-DOI tetapi tidak aktif, bisa digunakan URL artikelnya saja.

Aryuni, M. (2023). Post-traumatic stress disorder pada penyintas bencana ganda. Kinesik, 10(1), 113–131.
https://jurnal.fisip.untad.ac.id/index.php/kinesik/article/view/753
tidak diakhiri tanda titik
MLA (Modern Language Association) Style


Nole, Otniel Aurelius, et al. “Emotional Health and Spiritual Well-Being in Trauma Survivors of Natural Disasters in Palu, Central Sulawesi, Indonesia: The Role of Community Resilience.” Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, vol. 10, no. 2, 2025, pp. 215–44, doi:10.21580/pjpp.v10i2.25100.
diakhiri tanda titik
ASA (American Sociological Association) Style Nole, Otniel Aurelius, Yulius Yusak Ranimpi, and Shauna Fjaagesund. 2025. “Emotional Health and Spiritual Well-Being in Trauma Survivors of Natural Disasters in Palu, Central Sulawesi, Indonesia: The Role of Community Resilience.” Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi 10(2):215–44. doi:10.21580/pjpp.v10i2.25100. diakhiri tanda titik
IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) Style O. A. Nole, Y. Y. Ranimpi, and S. Fjaagesund, “Emotional health and spiritual well-being in trauma survivors of natural disasters in Palu, Central Sulawesi, Indonesia: The role of community resilience,” Psikohumaniora J. Penelit. Psikol., vol. 10, no. 2, pp. 215–244, 2025, doi: 10.21580/pjpp.v10i2.25100. diakhiri tanda titik
Chicago (Turabian) Style Nole, Otniel Aurelius, Yulius Yusak Ranimpi, and Shauna Fjaagesund. “Emotional Health and Spiritual Well-Being in Trauma Survivors of Natural Disasters in Palu, Central Sulawesi, Indonesia: The Role of Community Resilience.” Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi 10, no. 2 (2025): 215–44. https://doi.org/10.21580/pjpp.v10i2.25100.

Contoh artikel yang tidak ber-DOI, atau ber-DOI tetapi tidak aktif, bisa digunakan URL artikelnya saja.

Aryuni, Muthia. “Post-Traumatic Stress Disorder pada Penyintas Bencana Ganda.” Kinesik 10, no. 1 (2023): 113–31. https://jurnal.fisip.untad.ac.id/index.php/kinesik/article/view/753.
diakhiri tanda titik, demikian juga pada footnote-nya

Semoga bermanfaat.


Referensi